Indonesia Gives Back 2026: “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira”

Banda Neira, Maluku Tengah — Indonesia Gives Back (IGB) 2026 kembali hadir sebagai wadah pengabdian mahasiswa kedokteran kepada masyarakat. Mengusung tema “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira”, kegiatan ini dilaksanakan pada 4–9 Agustus 2026 di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan kontribusi di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi perjalanan yang mempertemukan semangat pengabdian, kebersamaan, dan kekayaan budaya serta alam Banda Neira.

Dalam kegiatan ini, Ananda Luri Nuril Salsabila, perwakilan delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, turut mengambil bagian dalam seluruh rangkaian Indonesia Gives Back 2026 bersama para delegasi lainnya. Perjalanan dimulai pada 4 Agustus 2026 melalui kegiatan Welcoming Party yang bertempat di Universitas Pattimura, Ambon. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para delegasi untuk saling mengenal, membangun kebersamaan, serta mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan menuju Banda Neira.

Perjalanan menuju Banda Neira ditempuh menggunakan kapal. Perjalanan laut tersebut menjadi bagian awal dari pengalaman IGB 2026 sebelum akhirnya rombongan tiba di Banda Neira pada malam hari, 5 Agustus 2026. Setibanya di lokasi, para delegasi melakukan persiapan untuk rangkaian kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Pengabdian Kesehatan di Puskesmas Walang

Puncak kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 melalui kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan yang bertempat di Puskesmas Walang, Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Banda Neira. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi para delegasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Banda Neira.

Bakti sosial tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P. Kegiatan turut melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang, di antaranya dokter spesialis saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis paru, dokter gigi, fisioterapis, serta dokter umum. Keberadaan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan konsultasi kesehatan secara lebih komprehensif. Selain pemeriksaan gratis, kami juga melakukan sunat masal, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Pelayanan kesehatan dalam kegiatan ini diberikan secara gratis bagi masyarakat. Antusiasme warga Banda Neira terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan. Interaksi langsung antara tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para delegasi untuk memahami kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih dekat.

Bagi Ananda Luri, kegiatan bakti sosial menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan IGB 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar bahwa pengabdian seorang calon tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ilmu medis, tetapi juga mengenai kemampuan untuk hadir, mendengarkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menjelajah Keindahan Banda Neira

Setelah menyelesaikan rangkaian pengabdian, kegiatan IGB 2026 dilanjutkan dengan Fun Activity pada 7 Agustus 2026. Para delegasi mengunjungi Pulau Lonthoir dan Pulau Sjahrir untuk mengenal lebih dekat keindahan alam Banda Neira.

Di Pulau Lonthoir, para delegasi mengunjungi Pohon Sejuta Umat serta menikmati wisata kebun pala yang menjadi salah satu kekayaan khas Banda Neira. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta untuk mengenal potensi alam dan sejarah perkebunan pala yang telah menjadi bagian penting dari identitas kepulauan Banda.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pulau Sjahrir. Di sana, para delegasi berkesempatan melakukan snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut Banda Neira. Momen semakin berkesan ketika para peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat lumba-lumba secara langsung selama perjalanan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Banda Neira tidak hanya memiliki masyarakat yang hangat, tetapi juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Pada malam harinya, seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Farewell Party. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui selama berada di Banda Neira sekaligus mempererat hubungan antar delegasi, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat dalam IGB 2026.

Menutup Perjalanan dengan Sejarah Banda Neira

Memasuki 8 Agustus 2026, para delegasi kembali mengikuti Fun Activity dengan mengunjungi beberapa destinasi bersejarah di Banda Neira. Salah satunya adalah Benteng Belgica, yang menjadi salah satu ikon sejarah Kepulauan Banda. Para peserta juga mengunjungi lokasi pengasingan Bung Hatta, sehingga perjalanan tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Pada sore hari, seluruh delegasi kemudian bersiap meninggalkan Banda Neira dan kembali menuju Ambon menggunakan kapal. Perjalanan pulang menjadi penutup dari rangkaian kegiatan di Banda Neira setelah beberapa hari diisi dengan pengabdian, kebersamaan, pembelajaran, dan eksplorasi.

Rombongan akhirnya tiba kembali di Ambon pada siang hari, 9 Agustus 2026, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian perjalanan Indonesia Gives Back 2026.

Satu Perjalanan, Banyak Makna

Indonesia Gives Back 2026 dengan tema “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira” bukan sekadar perjalanan menuju sebuah pulau, melainkan perjalanan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejak keberangkatan dari Ambon pada 4 Agustus hingga kembali pada 9 Agustus 2026, setiap rangkaian kegiatan memberikan pengalaman yang berbeda—mulai dari pengabdian kesehatan, interaksi bersama masyarakat, hingga mengenal kekayaan alam dan sejarah Banda Neira.

Bagi Ananda Luri, perjalanan ini menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam. Pengabdian di Puskesmas Walang mengajarkan arti hadir untuk masyarakat, sementara perjalanan menjelajahi Banda Neira memperlihatkan bahwa pengabdian juga dapat menjadi ruang untuk belajar dari alam, budaya, sejarah, dan masyarakat setempat.

Pada akhirnya, IGB 2026 menjadi sebuah perjalanan yang tidak hanya meninggalkan jejak di Banda Neira, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai pengabdian bagi setiap delegasi. Nirwana bukan sekadar tempat yang dituju, melainkan perjalanan untuk menanamkan niat pengabdian demi menghadirkan harapan bagi warga Banda Neira.

Mahasiswa FK Ubaya Edukasi Bahaya Vertigo dan Stroke

Mahasiswa semester 6 Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) mengadakan edukasi kesehatan kepada masyarakat saat Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Surabaya, pada 10 Mei 2026. Kegiatan yang didampingi dr. Valentinus Besin ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara nyeri kepala dan vertigo.

Dalam edukasi tersebut dijelaskan bahwa vertigo tidak sama dengan sakit kepala. Vertigo merupakan sensasi pusing berputar yang dapat menjadi tanda kondisi serius, termasuk gejala stroke, terutama pada lansia. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri jika mengalami nyeri kepala berat yang muncul mendadak, disertai demam, kejang, gangguan bicara, atau kelemahan anggota tubuh. Pada vertigo, tanda bahaya meliputi gangguan keseimbangan, muntah hebat, gangguan pendengaran, penglihatan ganda, dan kesulitan menelan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa FK Ubaya melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Mahasiswa mengaku banyak warga tertarik berkonsultasi mengenai keluhan pusing dan vertigo, sekaligus menyadari bahwa masyarakat sering kesulitan menjelaskan dan mengurutkan gejala yang mereka alami. Edukasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menyepelekan keluhan pusing dan segera mencari pertolongan medis bila ditemukan tanda bahaya.

sumber

Mahasiswa FK Ubaya Selesaikan Elective Course di Maastricht University, Belanda

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), Nadya Angeline Karuntu, telah berhasil menyelesaikan program elective course bidang Exercise Physiology di Belanda. Program ini berlangsung pada 5–31 Januari 2026 di Faculty of Health, Medicine, and Life Sciences (FHML), Maastricht University.

Selama mengikuti program tersebut, Nadya mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Ia mengungkapkan adanya sejumlah perbedaan dalam sistem pembelajaran yang ia temui di Maastricht University. Meski demikian, terdapat satu metode pembelajaran yang terasa sangat familiar dan relevan dengan sistem yang diterapkan di FK Ubaya, yaitu Problem Based Learning (PBL).

“Namun, terdapat satu metode pembelajaran yang sangat relevan dengan apa yang saya pelajari di Ubaya, yaitu Problem Based Learning (PBL),” jelas Nadya.

Selain perbedaan sistem pembelajaran, tantangan juga datang dari perbedaan budaya antara Eropa dan Asia. Beradaptasi di lingkungan baru, jauh dari keluarga, menjadi pengalaman yang membentuk kemandiriannya.

“Saya dilatih untuk belajar survive di Eropa sendiri. Ternyata, saya berhasil melakukan hal tersebut,” ungkapnya dengan bangga.

Nadya juga menegaskan bahwa peran Ubaya sangat besar dalam mendukung keberhasilannya mengikuti program ini. Universitas Surabaya menjadi fasilitator utama dalam proses pemenuhan persyaratan dan pendaftaran program, pemberian dokumen resmi kepada universitas tujuan, hingga dukungan administratif dalam proses pengurusan visa.

Di akhir pengalamannya, Nadya menitipkan pesan inspiratif bagi mahasiswa FK Ubaya lainnya agar berani mencoba kesempatan baru dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Harus percaya diri dengan hal yang dilakukan karena pasti ada hal baik yang akan datang. Saya sendiri merasa percaya diri dan akhirnya bisa survive sendiri di Eropa,” pungkasnya.

Program elektif yang diikuti Nadya merupakan salah satu bentuk kerja sama internasional yang dijalin FK Ubaya dengan berbagai universitas mitra di luar negeri, salah satunya Maastricht University. Partisipasi mahasiswa dalam program ini menjadi wujud nyata komitmen FK Ubaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung internasionalisasi institusi di tingkat global.

 

sumber

Juara 1 National Essay Competition Kedokteran Umum

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), Vonny Yulieta P. W. dan Indana Ahlam M., berhasil meraih Juara 1 National Essay Competition Kedokteran Umum. Prestasi ini menjadi capaian membanggakan bagi sivitas akademika FK Ubaya, sekaligus menunjukkan kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.

Kompetisi esai ini diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui karya tulis yang disusun, para peserta dituntut untuk mampu menganalisis permasalahan kesehatan secara komprehensif, mengemukakan gagasan secara sistematis, serta menawarkan solusi yang aplikatif dan berbasis ilmiah.

Keberhasilan Vonny Yulieta P. W. dan Indana Ahlam M. dalam meraih juara pertama mencerminkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta komitmen dalam pengembangan ilmu kedokteran. Prestasi ini juga sejalan dengan upaya FK Ubaya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi di bidang akademik dan ilmiah.

Diharapkan capaian ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa FK Ubaya lainnya untuk terus berkarya, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia kesehatan di Indonesia.

Mahasiswa FK Ubaya Lolos Program Indofood Riset Nugraha 2025–2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya).
Deviana Pundarika Kantono berhasil lolos sebagai penerima pendanaan penelitian dalam Program Indofood Riset Nugraha (IRN) Periode 2025–2026. Tahun ini, program IRN mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.”

Dalam proposal penelitiannya, Deviana mengangkat judul “Pengembangan Pangan Berbasis Sorgum dan Jambu Biji sebagai Asupan Tambahan dalam Percepatan Penyembuhan Pasien DBD.” Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan inovasi pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, khususnya dalam mempercepat proses penyembuhan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan dan bimbingan dosen pembimbing, Dr. dr. Rivan Virlando Suryadinata, M.Kes., Sp.GK., FISPH., FISCM., yang turut mengarahkan jalannya penelitian.

Melalui capaian ini, FK Ubaya semakin menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga prestasi Deviana menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam bidang kesehatan.

Mahasiswa FK Ubaya Raih Bronze Medal

Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Indonesia Inventors Day 2025 kategori Pharmacy, Health, Medicine, & Therapy. Tim yang beranggotakan Sang Ayu Bulan Dirga Pradyani, Nadya Angeline Karuntu, dan Moie Meisje Vandias Emiliano ini meraih medali perunggu melalui inovasi mereka berupa teh herbal Cinobu.

Menurut ketua tim, Bulan, kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 100 tim dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Korea. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah membagi waktu penelitian, karena persiapan dilakukan bersamaan dengan masa liburan kuliah.

“Selama lomba, ada pengalaman unik yang tidak terlupakan. Kami selalu membawa teko dari hotel ke venue setiap hari, karena inovasi kami berupa teh yang harus diseduh langsung agar pengunjung bisa mencicipi. Syukurlah, banyak yang tertarik mencoba dan memberikan respon positif,” jelas Bulan.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi tim untuk terus berinovasi. Bulan menegaskan bahwa dukungan dosen, fakultas, serta berbagai unit di Ubaya sangat berarti dalam perjalanan mereka.

“Terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Untuk teman-teman mahasiswa lain, jangan takut mencoba hal baru. Lomba seperti ini bukan hanya soal menang, tapi juga pengalaman, pembelajaran, dan memperluas wawasan. Jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dan menginspirasi,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, FK Ubaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa untuk berkembang melalui riset, inovasi, dan kompetisi tingkat internasional.

 

sumber

Mahasiswa FK UBAYA yang Tampil di Kancah Nasional

Satrio Utomo, mahasiswa FK UBAYA dan alumnus SMA Negeri 2 Nabire, Papua, tampil di kancah nasional melalui presentasi penelitiannya yang berjudul “The Effectiveness of a Bioethics Workshop to Improve the Ethical Decisions of Medical Students Regarding Resource Allocation Under Limited Resources in Indonesian Cultural Context”.

Presentasi diadakan di the 16th Jakarta Medical Education Conference, yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di antara para presenter yang mayoritas dosen, Satrio menjadi satu dari empat mahasiswa kedokteran yang berkesempatan mempresentasikan penelitiannya. Satrio mengangkat aspek krusial dalam pendidikan bioetika dalam kurikulum kedokteran, khususnya terkait pengambilan keputusan etis dalam situasi keterbatasan sumber daya.

Riset Satrio menjadi bukti nyata komitmen FK UBAYA dalam menghasilkan calon dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga peka terhadap aspek etika dan budaya dalam praktik kedokteran. Mahasiswa Ubaya dari berbagai penjuru tanah air, termasuk dari ujung timur Indonesia, dapat tampil di tingkat nasional.

Mahasiswa FK Ubaya Raih Bronze Medals di Indonesia Inventors Day 2024!

Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional. Bulan Dirga, Moie Meisje, dan Charles Jovan berhasil meraih juara 3 (Bronze Medals) dalam kategori Health, Pharmacy, Medicine, and Therapy pada “Indonesia Inventors Day 2024” yang diadakan di Bali. Keberhasilan ini semakin istimewa karena tim FK Ubaya berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Farmasi ubaya, yaitu I Wayan Bagus, Ni Komang Ari P., dan I Gusti Ayu Made Lisya.

Indonesia Inventors Day (IID) 2024 diikuti oleh 25 negara dari berbagai belahan dunia dan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 28 hingga 31 Agustus 2024 di ASTON Denpasar Convention Center, Bali. Acara ini menjadi platform bergengsi bagi para inovator lokal dan internasional untuk mempresentasikan karya terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional yang terdiri dari para ahli di bidangnya. Dalam acara ini, para peserta tidak hanya memamerkan inovasi dan penemuan mereka, tetapi juga mendapatkan peluang untuk berkolaborasi dan menjajaki pengembangan lebih lanjut, serta peluang komersialisasi.

Partisipasi FK Ubaya dalam ajang ini menunjukkan dedikasi dan komitmen para mahasiswa dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa Kedokteran dan Farmasi menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam menciptakan solusi yang inovatif di bidang kesehatan dan terapi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk terus berkarya dan berinovasi, serta menjadikan Indonesia lebih dikenal di dunia internasional melalui kontribusi nyata di bidang sains dan teknologi. Selamat kepada seluruh tim atas prestasi yang luar biasa ini, dan semoga semakin banyak inovasi yang dihasilkan di masa mendatang!

Mahasiswa FK Ubaya Raih Juara Ketiga di NUNI Presidential Forum 2024

Jennifer Soo, Mahasiswa FK Ubaya juga President BEM Universitas Surabaya mendapat penghargaan juara ketiga pada presentasi kelompok di Student Camp, NUNI Presidential Forum 2024 yang diselenggarakan dari tanggal 22 Agustus hingga 27 Agustus 2024 di Universitas Sumatera Utara Medan.

Jennifer mempresentasikan papernya berjudul “Diabetes-Friendly and Eco-Conscious Coffee” – SDG 9: Industry, Innovation, Infrastructure

Student camp ini adalah kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun yang terdiri Presidential Forum, Annual Meeting & Student Camp dengan mengangkat tema sentral yang berbeda beda setiap tahunnya dan diikuti oleh 21 universitas terkemuka di Indonesia yang secara kolaboratif berupaya mencapai tujuan strategis.

Selain Jennifer, ada dua mahasiswa Ubaya yang mengikuti student camp, yaitu Clarisa Imanuelita Wijaya dari Fakultas Manajemen dan Valerio Nathan Cahyono Fakultas Teknobiologi.

Kegiatan yang berlangsung secara aktif selama 5 hari ini diisi dengan berbagai acara mulai dari pemberian materi terkait SDG’s 2, 9, dan 11 hingga melakukan company site ke beberapa tempat seperti Closed Farm-Pokphand , BRI Green Building dan Pabrik Artsari.

MOB FK Ubaya 2024

Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) telah sukses melaksanakan masa orientasi bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus, proses akademik, dan membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru serta civitas akademika.

Kegiatan orientasi dimulai dengan pengenalan fakultas, di mana mahasiswa baru mendapatkan informasi mendalam mengenai sejarah, visi, misi, serta struktur organisasi FK Ubaya. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai program studi yang ditawarkan, termasuk rincian mengenai kurikulum, mata kuliah, dan kegiatan akademik yang akan dijalani selama masa studi.

Selain itu, sesi pengenalan staf dosen dan tenaga kependidikan (tendik) juga menjadi bagian penting dari orientasi ini. Para dosen dan tendik memberikan gambaran mengenai peran mereka dalam mendukung proses pembelajaran, serta memberikan tips dan motivasi kepada mahasiswa baru untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan akademik di FK Ubaya.

Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa baru mengenai proses akademik, diadakan juga sesi khusus yang membahas sistem pembelajaran di FK Ubaya, yang berfokus pada metode pembelajaran berbasis kompetensi. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pendukung akademik, seperti laboratorium, perpustakaan, dan pusat penelitian, yang semuanya dirancang untuk memaksimalkan pengalaman belajar mereka.

Kegiatan orientasi tidak hanya dilakukan di dalam ruangan. FK Ubaya juga mengadakan aktivitas outdoor yang berlangsung di Ubaya Training Center (UTC) Trawas. Kegiatan outdoor ini dirancang untuk mempererat kebersamaan antar mahasiswa baru melalui berbagai permainan kelompok, outbond, dan simulasi tim. Selain melatih kerjasama dan kepemimpinan, aktivitas ini juga memberikan suasana yang menyenangkan dan segar, membangun semangat dan antusiasme para mahasiswa baru.

Secara keseluruhan, masa orientasi mahasiswa baru FK Ubaya merupakan langkah awal yang penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kehidupan akademik dan non-akademik di kampus. Dengan rangkaian kegiatan yang informatif dan interaktif, mahasiswa baru diharapkan dapat memulai perjalanan studi mereka dengan percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan.