Indonesia Gives Back 2026: “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira”

Banda Neira, Maluku Tengah — Indonesia Gives Back (IGB) 2026 kembali hadir sebagai wadah pengabdian mahasiswa kedokteran kepada masyarakat. Mengusung tema “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira”, kegiatan ini dilaksanakan pada 4–9 Agustus 2026 di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan kontribusi di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi perjalanan yang mempertemukan semangat pengabdian, kebersamaan, dan kekayaan budaya serta alam Banda Neira.

Dalam kegiatan ini, Ananda Luri Nuril Salsabila, perwakilan delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, turut mengambil bagian dalam seluruh rangkaian Indonesia Gives Back 2026 bersama para delegasi lainnya. Perjalanan dimulai pada 4 Agustus 2026 melalui kegiatan Welcoming Party yang bertempat di Universitas Pattimura, Ambon. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi para delegasi untuk saling mengenal, membangun kebersamaan, serta mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan menuju Banda Neira.

Perjalanan menuju Banda Neira ditempuh menggunakan kapal. Perjalanan laut tersebut menjadi bagian awal dari pengalaman IGB 2026 sebelum akhirnya rombongan tiba di Banda Neira pada malam hari, 5 Agustus 2026. Setibanya di lokasi, para delegasi melakukan persiapan untuk rangkaian kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Pengabdian Kesehatan di Puskesmas Walang

Puncak kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 melalui kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan yang bertempat di Puskesmas Walang, Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Banda Neira. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi para delegasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Banda Neira.

Bakti sosial tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P. Kegiatan turut melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang, di antaranya dokter spesialis saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis paru, dokter gigi, fisioterapis, serta dokter umum. Keberadaan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan konsultasi kesehatan secara lebih komprehensif. Selain pemeriksaan gratis, kami juga melakukan sunat masal, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Pelayanan kesehatan dalam kegiatan ini diberikan secara gratis bagi masyarakat. Antusiasme warga Banda Neira terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan. Interaksi langsung antara tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para delegasi untuk memahami kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih dekat.

Bagi Ananda Luri, kegiatan bakti sosial menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan IGB 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar bahwa pengabdian seorang calon tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ilmu medis, tetapi juga mengenai kemampuan untuk hadir, mendengarkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menjelajah Keindahan Banda Neira

Setelah menyelesaikan rangkaian pengabdian, kegiatan IGB 2026 dilanjutkan dengan Fun Activity pada 7 Agustus 2026. Para delegasi mengunjungi Pulau Lonthoir dan Pulau Sjahrir untuk mengenal lebih dekat keindahan alam Banda Neira.

Di Pulau Lonthoir, para delegasi mengunjungi Pohon Sejuta Umat serta menikmati wisata kebun pala yang menjadi salah satu kekayaan khas Banda Neira. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta untuk mengenal potensi alam dan sejarah perkebunan pala yang telah menjadi bagian penting dari identitas kepulauan Banda.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pulau Sjahrir. Di sana, para delegasi berkesempatan melakukan snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut Banda Neira. Momen semakin berkesan ketika para peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat lumba-lumba secara langsung selama perjalanan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Banda Neira tidak hanya memiliki masyarakat yang hangat, tetapi juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.

Pada malam harinya, seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Farewell Party. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui selama berada di Banda Neira sekaligus mempererat hubungan antar delegasi, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat dalam IGB 2026.

Menutup Perjalanan dengan Sejarah Banda Neira

Memasuki 8 Agustus 2026, para delegasi kembali mengikuti Fun Activity dengan mengunjungi beberapa destinasi bersejarah di Banda Neira. Salah satunya adalah Benteng Belgica, yang menjadi salah satu ikon sejarah Kepulauan Banda. Para peserta juga mengunjungi lokasi pengasingan Bung Hatta, sehingga perjalanan tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Pada sore hari, seluruh delegasi kemudian bersiap meninggalkan Banda Neira dan kembali menuju Ambon menggunakan kapal. Perjalanan pulang menjadi penutup dari rangkaian kegiatan di Banda Neira setelah beberapa hari diisi dengan pengabdian, kebersamaan, pembelajaran, dan eksplorasi.

Rombongan akhirnya tiba kembali di Ambon pada siang hari, 9 Agustus 2026, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian perjalanan Indonesia Gives Back 2026.

Satu Perjalanan, Banyak Makna

Indonesia Gives Back 2026 dengan tema “Nirwana, Niat Pengabdian Demi Harapan Warga Banda Neira” bukan sekadar perjalanan menuju sebuah pulau, melainkan perjalanan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejak keberangkatan dari Ambon pada 4 Agustus hingga kembali pada 9 Agustus 2026, setiap rangkaian kegiatan memberikan pengalaman yang berbeda—mulai dari pengabdian kesehatan, interaksi bersama masyarakat, hingga mengenal kekayaan alam dan sejarah Banda Neira.

Bagi Ananda Luri, perjalanan ini menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam. Pengabdian di Puskesmas Walang mengajarkan arti hadir untuk masyarakat, sementara perjalanan menjelajahi Banda Neira memperlihatkan bahwa pengabdian juga dapat menjadi ruang untuk belajar dari alam, budaya, sejarah, dan masyarakat setempat.

Pada akhirnya, IGB 2026 menjadi sebuah perjalanan yang tidak hanya meninggalkan jejak di Banda Neira, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai pengabdian bagi setiap delegasi. Nirwana bukan sekadar tempat yang dituju, melainkan perjalanan untuk menanamkan niat pengabdian demi menghadirkan harapan bagi warga Banda Neira.

Posted in News, Pilihan and tagged , , , , , , .